Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Prodi MMSI-Universitas Bina Nusantara di Subang: Penguatan BUMDes melalui Digitalisasi dan Artificial Intelligence
Kasomalang Kulon, Subang, 17–18 April 2026. Sebanyak 173 dosen dari 65 perguruan tinggi se-Indonesia turun langsung ke Desa Wisata Kasomalang Kulon, Subang, selama dua hari penuh. Di antara mereka, dosen-dosen Program Studi MMSI Universitas Bina Nusantara hadir membawa teknologi kecerdasan buatan untuk memperkuat kapasitas BUMDes dan mendorong desa wisata yang mandiri secara digital.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) kali ini bukan yang biasa. Ratusan dosen dari berbagai penjuru Indonesia mulai dari Jakarta, Bandung, hingga Kupang, Nusa Tenggara Timur berkumpul di satu desa kecil di Subang untuk menghadirkan perubahan nyata. Digagas oleh Universitas Persada Indonesia Y.A.I, program kolaboratif ini menjadi salah satu PKM lintas institusi terbesar yang pernah digelar, dan Universitas Bina Nusantara termasuk di antara peserta aktifnya.

Pendekatan yang digunakan bukan ceramah satu arah, melainkan pendampingan langsung berbasis kebutuhan masyarakat. Para dosen tidak sekadar hadir mereka bekerja bersama warga, memahami tantangan nyata yang dihadapi, dan menawarkan solusi yang bisa langsung diterapkan.
Kelompok 5: Geowisata, Digitalisasi, dan AI untuk BUMDes
Di antara banyak kelompok yang terbentuk, dosen-dosen Prodi MMSI Binus bergabung dalam Kelompok 5 yang mengangkat tema spesifik: “Tata Kelola Geowisata dan Digitalisasi Berbasis Artificial Intelligence dalam Penguatan Kapasitas BUMDes Desa Wisata Kasomalang Kulon.”
Kelompok ini terdiri dari tujuh anggota lintas perguruan tinggi, yaitu Astari Retnowardhani, Ph.D dan Thoyyibah T. dari Universitas Bina Nusantara (MMSI), Meta Amalya Dewi dari Universitas Bina Nusantara, Teti Syahrulyati dari Universitas Pakuan, Saprudin dari STIE Jayakarta, Kristiani Tidarianti dari Politeknik Piksi Input Serang, serta Dony Martinus Sihotang dari Universitas Nusa Cendana. Komposisi lintas disiplin, mulai dari teknik geologi, sistem informasi, hingga akuntansi, mencerminkan kompleksitas dan multidimensi dalam pengembangan desa wisata berbasis digital dan kecerdasan buatan.

Apa yang Dipelajari Warga?
Materi yang disampaikan dirancang langsung menjawab kebutuhan BUMDes dan pelaku wisata desa, mencakup beberapa pilar utama:
- Tata kelola keuangan BUMDes yang transparan, terstruktur, dan terpisah dari keuangan desa
- Konsep dasar geowisata sebagai potensi unggulan desa yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan
- Digitalisasi desa wisata melalui media sosial, website, dan platform pemesanan digital
- Pemanfaatan tools berbasis AI untuk pembuatan konten otomatis, desain promosi digital, dan pengembangan ide kreatif wisata

Antusiasme peserta terlihat jelas dalam setiap sesi diskusi berlangsung hidup, dan praktik langsung penggunaan AI untuk membuat konten promosi desa wisata menjadi momen yang paling banyak diminati. Warga bukan hanya menyimak, mereka mencoba, bertanya, dan pulang dengan keterampilan baru yang bisa langsung diterapkan.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran perguruan tinggi memberikan manfaat langsung dan relevan bagi masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan yang kami gunakan bersifat kolaboratif dan berbasis kebutuhan lokal.”
— Perwakilan Tim Pelaksana PKM
Pemerintah Desa Kasomalang Kulon menyambut kegiatan ini dengan hangat dan mengapresiasi kontribusi para akademisi. Kehadiran ratusan dosen dinilai tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga semangat baru bagi masyarakat dalam melihat potensi desa mereka sendiri.

Lebih dari Sekadar Pelatihan
Melalui program ini, Prodi MMSI Binus menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun yang paling berarti, program ini membuka pintu bagi kerja sama jangka panjang antara perguruan tinggi dan desa bukan sekadar kunjungan sekali, melainkan kemitraan yang berkelanjutan.

Desa Wisata Kasomalang Kulon kini bukan hanya destinasi yang kaya alam. Ia adalah desa yang sedang belajar belajar mengelola diri, memasarkan potensinya, dan memanfaatkan teknologi untuk masa depan yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Comments :